Selasa, 14 April 2015

Pertemuan Keluarga

Hello... ketemu lagi kita nih.. hehe

          Cerita aku sebelumnya adalah rencana pertemuan keluarga kan ya? well, alhamdulillah acara itu sudah terlaksana, bahkan 2x :)
pertemuan pertama adalah di rumahku, keluarga adit datang pada tanggal 25 Desember 2014 lalu. Saat itu, dia hanya membawa keluarga intinya saja yang terdiri dari bapak, ibu, adik 2 orang dan 1 om untuk gantian menyetir mobil. Isi pertemuan itu adalah pihak laki menanyakan kepada pihak perempuan, apakah si perempuan sudah ada yang punya atau belum, dan apakah si pihak perempuan mau menerima si pihak laki-laki.. hehehe

          Tentunya jawabanku mau dong, secara sudah 4th aku dan adit menjalin hubungan, masa mau menyerah begitu saja. Saat itu sebenarnya aku agak kesal, karena adit yang begitu plin plan akan datang ke rumahku jam berapa, sedangkan aku dan keluarga sudah siap di rumah sejak siang, karena awalnya kami sepakat melakukan pertemuan abis ashar. Mendadak adit memberi kabar akan datang habis magrib karena keluarganya yg baru saja tiba dari tegal kecape'an karena sampai jakarta langsung jalan-jalan ke monas, demi memuaskan adik adit yg paling kecil. Tugasku adalah memberi pengertian pada keluargaku untuk bersabar menunggu kedatangan adit dan keluarga. 

          Sampai jam dinding menunjukkan angka 19.00 WIB, keluarga adit datang yang disambut begitu banyak keluarga besarku, maklum, banyak anak dan cucu hehe.. Ibu adit memiliki toko di tegal sana, jadi ketika datang mereka membawa begitu banyak jajanan untuk diberikan ke keluargaku dengan dus2 yang banyak dan besar, rejeki rejeki haha.. Awalnya aku begitu khawatir pertemuan keluarga ini akan kaku dan tidak bersahabat, tapi alhamdulillah omku bisa membawa suasana menjadi  nyaman dan kekeluargaan. Kenapa omku yang  menyambut? karena beliaulah yg di tuakan di keluargaku semenjak bapakku sudah tiada. Mau mengandalkan masku? halah.. pada gak pintar bicara, kaku juga, yg ada bikin ketawa seisi ruang tamu hehe..

          Pertemuan itu tergolong singkat tapi sampai pada intinya. Adit merasa sudah cocok denganku, dia ingin menjalin hubungan ke arah yg lebih serius lagi, tapi ini barulah tahap perkenalan dari kedua belah pihak. Keluarga adit sangat memegang teguh adat pernikahan dg segala macam prosesnya, ya aku juga sama dari keluarga jawa, jadi ya paham2 saja, dan kami jalani saja, yang penting pelan2 pintu itu mulai terbuka. Selalu sabar dan terus berdoa, berharap yg terbaik untuk rencana indah ini.

          Berjalan 3 bulan dari pertemuan pertama kami, akhirnya di bulan Maret 2015, terjadilah pertemuan kedua, lebih tepatnya pada tanggal 21 Maret 2015, dikediaman adit di tegal. Dari Jakarta, aku dan ibukku hanya ditemani oleh 2 kakakku yaitu yg nomor 1 dan 3, karena mas yg lain ada kesibukkan lain. Sebenarnya sempat terjadi kesalahpahaman antara aku dan mas no 3 (eto), dimana aku sudah beli tiket kereta untuk ibu, tapi tiba2 masku ingin mengantar tapi pakai mobil. Sempat terjadi tangis2an dari aku, karena aku begitu kesal di marahin, di ceramahin ini itu oleh mas eto karena aku katanya tidak kordinasi dulu dengannya. Mas eto mmg dikenal mas yg sangat perfeksionis, galak, tegas, dan omongannya yg selalu menyakitkan hati, tapi ibu bilang itu adalah bentuk sayangnya terhadapku.. ya ya ya... tapi aku harus 3 jam nangis dulu sampai mata kaya bola pingpong demi mendapatkan kasih sayang dari mas eto -_-. Ibukku cuma bilang, ini ujian bagi setiap orang yg akan menikah, sabar dan terus berdoa.

          Untuk pertemuan ini, aku ke rumah adit di jam makan siang, karena di tegal banyak saudara ibu, alhasil jadilah 2 mobil yang mengantar pertemuan keluarga yg kedua ini. Dari pihakku ada 11 orang yg datang. Kalau pertemuan keluarga kedua ini dinamakan kunjungan balasan, dimana ini adalah kunjungan untuk menghargai pihak laki2 yg sudah jauh2 datang ke jakarta. Seharusnya, sudah 2x pertemuan sudah ada penentuan kapan dan bagaimana, tapi kami belum juga dapat kesepakatan. Untuk itu, pihak laki2 hanya bicara kemungkinan akan dilakukan lamaran atau tunangan dulu bagi pihak laki dan perempuan, yg Inshaa Allah akan dilakukan setelah lebaran tahun ini. Well, aku dan adit tipe orang yang let it flow, dan fleksible, sehingga tepatnya kapan saja juga kami belum tahu, karena harus melihat situasi kondisi yg ada nantinya, selain itu ada adik adit yg masih SMP itu brarti jangan sampai acara ini mengganggu sekolah dia.

          Seperti biasa, untuk selanjutnya aku akan bicarakan lagi dengan adit untuk selanjutnya. Kemungkinan pernikahan sesungguhnya akan dilakukan 2016  nanti, lebih semua terencana dengan baik, daripada aku terburu2, hanya iri dan ikut2an teman, lebih baik sabar dan pelan2. Jalani proses yg ada. Yang terpenting dari semua ini adalah adit benar2 menunjukkan keseriusannya padaku, sudah tidak main2 lagi, tinggal gimana kesiapan fisik mental kami, dan dana tentunya hahahha. kalau tidak ada duit ya nikahnya di KUA aja, katanya sih cuma 30rb. hehehe, tapi ini akan Inshaa Allah akan mnjadi acara sekali seumur hidup, kami ingin menjadikan momen bahagia kami menjadi momen terindah dalam hidup kami.

Mohon doanya ya, kami tahu rencana Allah pasti indah dan terbaik untuk kami... :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar