Well, aku selalu sepi kerjaan karena proyek yang juga sedang sepi. Setiap hari yang aku lakukan hanyalah online online dan online (ketauan banget anak males yak hihi). Tapi itu jadi keuntungan buatku sendiri, sambil online, sambil aku searching2 all about pernikahan. Yaps.. Pernikahan.. Meskipun belum tahu tanggalnya, tapi ada rencana tahun depan jika Allah merestui. Alhamdulillah, beberapa bulan lalu ortu Adit sudah bicara secara langsung padaku bahwa mereka telah siap menerimaku sebagai calon anggota keluarga mereka. Mereka banyak bertanya apa yang aku dan keluargaku inginkan untuk membuktikan keseriusan Adit padaku. Diawal, Ibukku meminta untuk adanya pertemuan antara kedua belah pihak keluarga untuk sekedar saling berkenalan satu sama lain. Itupun rencananya akhir tahun 2014 ini dimana ada tanggal merah disitu. Semoga semua dapat berjalan dengan baik, semua dapat terlaksana, tak ada halangan berarti dan kedua belah pihak dapat menerimanya. Aamiin..
Sampai saat itu tiba, yang membuat aku juga lega adalah Adit yang mulai menabung, aku juga tentunya, Adit yang mulai ikut searching2 souvenir dan gedung juga catering. Adit yang mulai sering mengajak aku bicara tentang pernikahan seperti apa yang menjadi impiannya. Jujur semua itu membuatku lega, karena itu berarti dia mulai yakin dengan keberadaanku disampingnya. Sudah banyak gedung yang kami searching untuk mengetahui dulu budget harga sewanya, lalu souvenir yaa karena aku sangat suka membuat sesuatu, Insha Allah souvenir adalah buatan tanganku sendiri jika memang buatanku layak di jadikan souvenir. Mungkin kami akan menentukan gedung mana yang akan dipilih dulu sebelum menentukan catering dekor dan rias pengantin, karena gedung menentukan segalanya.
Aku dan Adit yang belum menentukan tepatnya kapan menikah saja sudah merasa ribet dan pusing, apalagi yang sudah pasti ya. hehe.. Ya semua wajar adanya, karena kami ingin pernikahan kami tidak mewah namun tetap memberikan kepuasan pada undangan yang sudah repot2 untuk datang. Mungkin terkadang kemauan Adit yang agak gak masuk akal yg membuatku sedikit kesal. Contohnya saja, pertemua keluarga apa bisa d Tegal? kalau menikah di Tegal bahkan gedung sekalipun budget tidak akan terlalu besar. Yaaa... itu karena keluarganya asli sana, tapi aku? memang banyak juga saudara disana, asliku ya di jakarta sini. Hemm.. Semoga Adit lebih mengerti akan kondisi itu..
Meskipun aku masih muda, bukan berarti aku ingin buru2 menikah, aku rasa tahun depan adalah waktu yang pas untuk kami. Jika memang bisa lebih cepat, mengapa tidak? toh kami menikah untuk Allah, kami menikah mengharap RidhaNya, kami menikah untuk sunnah Rasul. Namun semua ada prosessnya, proses itulah yg menjadi ujian bagi kami. Insha Allah meskipun aku sudah menikah, Ibu tetap menjadi prioritasku, aku tak ingin menjadi anak durhaka, meskipun ketika anak perempuan telah keluar dari rumahnya dan telah berkeluarga, dan sudah tidak menjadi hak ortunya, aku tak ingin seperti itu. Sampai kapanpun surga akan selalu ada di telapak kaki ibu. Memang aku belum bisa membahagiakannya dan membuatnya bangga, tapi aku ingin selalu ada untuk ibu, dan selalu memikirkan ibu. Sampai selamanya. Semoga aku diberikan suami yang mau menerima segala bentuk kekuranganku dan mau melengkapinya. Semoga kelak kami dijodohkam, kami dijadikan satu dalam ikatan pernikahan yang suci. Kami dapat menjadi 2 keluarga yang utuh dan bahagia. Dan yang terpenting juga, keluarga kedua belah pihak merestui dna meridhai kami. Ya Allah,, lancarakan, mudahkan, tambahkan rezeki kami. Semoga semua dapat berjalan dengan baik. Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar