Jumat, 28 Januari 2011

_kesedihan terpendam_

akhirnya setelah sekian lama, kembali tetesan air mata itu keluar juga.
keluar dari mata yang mulai banyak kerutan-kerutan.
dari mata yang kecil.
dari mata yang sayu.
dari mata yang selalu terlihat tegar.
dan dari mata yang menunjukkan bahwa dia letih.
dia mulai capek.
dia mulai penat.
dia mulai bosan.
mungkin dia mulai tak tahan lagi.
seberat apakah hidupmu ibu.
apalagi yang sekarang sedang kau pikirkan ibu.
apa yang membuat dirimu sedih ibu.
janganlah kau pendam sendirian ibu.
aku tahu engkau ibu, aku mengerti engkau ibu, aku paham engkau ibu, dan aku menyayangi engkau ibu.
tidak akan pernah ada yang bisa merubah apapun, dan aku selalu mempercayaimu.
aku tidak pernah akan peduli dengan omongan orang, apalagi menyakiti hatimu ibu.
siapapun orang itu, meskipun kakak, adik, tante, om, nenekku sendiri. siapapapun.
aku akan berusaha untuk menjagamu ibu.
sebisaku.
janganlah engkau bersedih ibu, karena aku tak akan pernah tega.
engkau yang menangis, hatiku kelu, hatiku sakit, dan hatiku resah.
cukup sudah orang-orang itu ingin berkata apa.
bagiku,,, kaulah ibu terbaik dalam hidupku.
ibu yang tak pernah pamrih, ibu yang tak pernah minta balas jasa, ibu yang tulus dan ibu yang tegar.

untuk yang terkasih.. ibunda Sri Muryati. tidak akan pernah bosan aku mengingat semua yang telah kau berikan dan lakukan untukku.
I Love You Mom.. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar