Berawal dari pendaftaran, pembekalan, ujian awal, lalu penempatan disusul upacara pemberangkatan,35 hari kegiatan dan penarikan kembali, lalu kehidupan semula.
Berangkat menggunakan mobil pickup, diiringi dengan beberapa sepeda motor. seperti mau pindah tempat tinggal rasanya, segala macam barang dan perbekalan semua dibawa untuk menghidupi sehari-hari. Masih dengan rasa yang tidak tenang dan takut menghadapinya. Jauh dari orang-orang yang dikenal, jauh dari keluarga, jauh dari orang tersayang.
Rasa was-was terus menghinggapiku, males, entah apa akan betah atau tidak, tapi hal tersebut adalah kewajiban yang harus dijalani dan itu merupakan fakta. yah semua benar-benar nyata dan ada di depan mata.
Tidur dengan sekamar berjumlah 5 perempuan dengan berbagai macam sifat dan karakter, serta tinggal bersama pula dengan 4 pria dengan ciri khas masing-masing. Inilah timku, tim yang telah hidup bersama selama 35 hari, bertepatan dengan bulan puasa.
Dimulai dari NH yang begitu apa adanya, jujur apabila mengatakan sesuatu, ato bisa dibilang polos, dengan barang bawaan terbanyak. AKM yang selalu lebay, tapi lucu, selalu ikut sahur meskipun dia tidak puasa, begitu menghargai beberapa dari kami yang tidak puasa, penyebar virus koreaholic. WP kami panggil mami karena kecerewetan dan keibuannya, penyanyi, selalu mencatok rambut, penyiap buka dan sahur. RW satu-satunya wanita berjilbab, tapi tomboy, ahli dibidang pemijatan, santai dalam menjalani hidup. PGPP ketua dalam tim, serius, perfeksionis, suka meditasi menurut teman pria yang lain, memanjakan anak buahnya, tidak pernah ikut jalan-jalan karena tugas negaranya. FHI pedakwah, imam dalam tarawih, bercanda dengannya tidak akan terlewatkan. DI si pemain musik berbakat, ketikan senar-senar gitar yang indah dan permainan tuts-tuts piano yang merdu selalu keluar dari tangan lentiknya. Terakhir.. ABS yang datar, tanpa expresi, paling tua, pendiam tapi sekalinya bicara begitu lucu, pasangan motorku yang setia mendengar keberisikanku yang tidak pernah mau menjadi baris paling belakang, aku yang selalu bersembunyi dibelakang punggungnya yang tinggi, namun tak pernah dia keluhkan dan sekarang dia begitu berexpresi.
Semua menjadi satu dalam satu rumah, hidup bersama selama 35 hari, menjalani aktivitas bersama, mengatur kerja sama, melaksanakan semua program yang telah diatur, jalan-jalan, foto-foto, makan bersama, poker, ular tangga, monopoli, hampir semua dilakukan bersama. Rasa takut diawal, hilang seketika, sirna begitu saja. Rasa yang ada hanya begitu indah, nyaman, asik, seru, menyenangkan. Tim yang begitu hebat. Persahabatan baru yang kumiliki. Tak pernah ada konflik. Persahabatan yang akan selalu terukir dan tersimpan dalam hati. kenangan-kenangan yang tak kan terlupa. Semoga persahabatan baru ini akan selalu ada sampai nanti kita dipertemukan kembali. terima kasih sahabat, atas cerita baru, hari baru, kenangan baru.
Keep contact guys..
Terima kasih untuk persahabatan baru yang terjalin ini..
Aku dedikasikan untuk Tim II KKN UNDIP Desa Bondo, Bangsri, Jepara.
280811 23:10 WIB